Apakah Anak Cerebral Palsy Perlu Target Khusus Dalam Belajar Berhitung?

Anak-anak dengan cerebral palsy (CP) sering menghadapi tantangan unik dalam pembelajaran berhitung karena keterbatasan motorik dan kognitif mereka. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak ini dapat mengambil manfaat dari target spesifik dalam pembelajaran berhitung untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berbeda dan meningkatkan keterampilan aritmatika mereka. Perkembangan keterampilan berhitung pada anak-anak dengan CP dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk memori kerja, keterampilan motorik halus, dan jumlah waktu instruksi yang mereka terima. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa intervensi yang disesuaikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan hasil berhitung mereka. Di bawah ini, aspek-aspek kunci dari topik ini dieksplorasi secara rinci.

Pentingnya Intervensi yang Disesuaikan

  • Keterbatasan Motorik dan Kognitif: Anak-anak dengan CP sering memiliki gangguan motorik yang memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas seperti menghitung jari, yang merupakan strategi umum dalam pembelajaran berhitung awal. Keterbatasan kognitif, seperti defisit memori kerja, juga memainkan peran penting dalam kinerja berhitung mereka (Neveu et al., 2023) (Rooijen et al., 2016).
  • Kebutuhan Pembelajaran Spesifik: Penelitian menyoroti perlunya intervensi yang dirancang khusus untuk mengakomodasi profil pembelajaran unik anak-anak dengan CP. Misalnya, sebuah penelitian yang melibatkan seorang anak dengan CP menunjukkan bahwa alat komputasi yang disesuaikan dapat meningkatkan keterampilan aritmatika, meskipun efeknya tidak digeneralisasi ke bidang lain seperti penambahan mental (Neveu et al., 2023).

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Berhitung

  • Memori Kerja dan Keterampilan Motorik Halus: Ini adalah prediktor penting kinerja berhitung awal pada anak-anak dengan CP. Studi menunjukkan bahwa memori kerja dan keterampilan motorik halus secara signifikan terkait dengan hasil berhitung, menunjukkan bahwa intervensi yang menargetkan area ini bisa efektif (Rooijen et al., 2016).
  • Waktu Instruksi: Jumlah waktu yang didedikasikan untuk instruksi aritmatika berkorelasi positif dengan akurasi aritmatika pada anak-anak dengan CP. Ini menunjukkan bahwa waktu instruksi yang meningkat dan ditargetkan dapat meningkatkan keterampilan berhitung (Jenks et al., 2007).

Strategi Intervensi Efektif

  • Kerangka Kognisi Terwujud: Kerangka kerja ini, yang menekankan peran persepsi dan tindakan dalam kognisi, diusulkan sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk memahami dan meningkatkan kemampuan aritmatika pada anak-anak dengan CP(Rooijen et al., 2011).
  • Catch Up Numacy: Meskipun tidak dirancang khusus untuk anak-anak dengan CP, intervensi ini telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan keterampilan berhitung pada anak-anak berprestasi rendah, menunjukkan bahwa intervensi yang ditargetkan serupa dapat disesuaikan untuk anak-anak dengan CP (Holmes & Dowker, 2013)].

Perspektif yang Lebih Luas

Sementara target spesifik dalam pembelajaran berhitung sangat penting bagi anak-anak dengan CP, penting juga untuk mempertimbangkan praktik pendidikan inklusif yang mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam. Pendekatan Etnomatemática, misalnya, menekankan pengenalan dan pemanfaatan berbagai strategi matematika yang mungkin dikembangkan oleh siswa dengan CP secara alami. Pendekatan ini mendukung pendidikan matematika yang lebih inklusif dan humanistik yang menghargai beragam bentuk komunikasi dan pembelajaran (Nazário & Lara, 2025). Selain itu, efektivitas umum intervensi berhitung pada anak-anak berkinerja rendah menggarisbawahi potensi program yang disesuaikan untuk membuat dampak yang signifikan, asalkan sering dan berkelanjutan (Lopez-Pedersen et al., 2022).

Sebagai kesimpulan, anak-anak dengan cerebral palsy memang membutuhkan target khusus dalam pembelajaran berhitung untuk mengatasi tantangan unik mereka dan meningkatkan keterampilan aritmatika mereka. Intervensi yang disesuaikan yang mempertimbangkan keterbatasan motorik dan kognitif, serta praktik pendidikan inklusif, sangat penting untuk meningkatkan hasil berhitung dalam populasi ini.

Holmes, W., & Dowker, A. (2013). Catch Up Numeracy: A targeted intervention for children who are low-attaining in mathematics. Research in Mathematics Education15(3), 249–265. https://doi.org/10.1080/14794802.2013.803779
Jenks, K. M., Moor, J. de, Lieshout, E. C. D. M. van, Maathuis, K. G. B., Keus, I. M., & Gorter, J. W. (2007). The effect of cerebral palsy on arithmetic accuracy is mediated by working memory, intelligence, early numeracy and instruction time. Developmental Neuropsychology32(3), 861–879. https://doi.org/10.1080/87565640701539758
Lopez-Pedersen, A., Mononen, R., Aunio, P., Scherer, R., & Melby-LervÃ¥g, M. (2022). Improving Numeracy Skills in First Graders with Low Performance in Early Numeracy: A Randomized Controlled Trial. Remedial and Special Education44(2), 126–136. https://doi.org/10.1177/07419325221102537
Nazário, F. S., & Lara, I. C. M. de. (2025). Etnomatemática Direcionada ao Ensino de Estudantes com Paralisia Cerebral. Perspectivas Da Educação Matemática18(50), 18–18. https://doi.org/10.46312/pem.v18i50.21069
Neveu, M., Geurten, M., & Rousselle, L. M. (2023). Training arithmetical skills when finger counting and working memory cannot be used: A single case study in a child with cerebral palsy. Applied Neuropsychology. Child, 1–13. https://doi.org/10.1080/21622965.2023.2170798
Rooijen, M. van, Verhoeven, L., & Steenbergen, B. (2011). Early numeracy in cerebral palsy: review and future research. Developmental Medicine & Child Neurology53(3), 202–209. https://doi.org/10.1111/J.1469-8749.2010.03834.X
Rooijen, M. van, Verhoeven, L., & Steenbergen, B. (2016). Working memory and fine motor skills predict early numeracy performance of children with cerebral palsy. Child Neuropsychology22(6), 735–747. https://doi.org/10.1080/09297049.2015.1046426
Scroll to Top