Mengatasi kesalahan membaca pada anak-anak dengan cerebral palsy (CP) tanpa menyebabkan frustrasi memerlukan pendekatan khusus yang mempertimbangkan tantangan motorik dan kognitif unik mereka. Strategi yang efektif melibatkan penggunaan metode yang menarik, mendukung, dan adaptif yang memenuhi kebutuhan spesifik anak. Penggunaan teknik menyenangkan dan interaktif, seperti metode Glenn Doman dan pendekatan berbasis sensorik, dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca sambil mempertahankan lingkungan belajar yang positif.
Pembelajaran yang Menyenangkan dan Interaktif
- Aktivitas Ludik: Memasukkan kegiatan menyenangkan ke dalam instruksi membaca dapat membantu anak-anak dengan CP terlibat lebih efektif. Kegiatan ini dapat dirancang untuk meningkatkan keterampilan motorik dan memfasilitasi pembelajaran di lingkungan bebas stres. Misalnya, menggunakan permainan dan latihan interaktif dapat membuat proses belajar menyenangkan dan tidak membuat frustrasi anak(Merizalde & RodrÃguez, 2023).
- Metode Glenn Doman: Metode ini menggunakan kartu flash untuk merangsang perkembangan otak dan meningkatkan keterampilan membaca. Ini sangat efektif untuk anak-anak dengan CP karena menggabungkan rangsangan visual dan pendengaran, yang dapat meningkatkan pemrosesan kognitif dan kemampuan membaca. Keterlibatan dan motivasi orang tua merupakan komponen penting dari metode ini, karena mereka memberikan dukungan dan dorongan yang diperlukan untuk anak(Pertamawati, 2008)].
Pengembangan Keterampilan Sensorik dan Motorik
- Metode Berbasis Sensoria: Teknik yang berfokus pada input sensorik dapat membantu meningkatkan keterampilan membaca dini pada anak-anak dengan CP. Misalnya, penggunaan metode berbasis suku kata telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenali dan mengucapkan huruf dan kata, sehingga meningkatkan kefasihan baca(Sandjaja, 2024).
- Teknologi Bantuan: Memanfaatkan teknologi bantu dapat membantu mengatasi gangguan motorik yang menghambat membaca. Alat seperti HeadMouse, yang memungkinkan gerakan kursor melalui gerakan kepala, dapat memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan bahan bacaan digital secara lebih efektif, sehingga mengurangi frustrasi dan meningkatkan hasil belajar (Driver et al., 2010).
Lingkungan Pendidikan yang Mendukung
- Rencana Pendidikan Khusus: Mengembangkan Rencana Pendidikan Individual (IEP) yang mencakup penilaian yang dapat diakses dan adaptasi kurikulum sangat penting. Hal ini memastikan bahwa konten pendidikan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anak, mempromosikan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung (Driver et al., 2010).
- Keterlibatan Orang Tua dan Guru: Partisipasi aktif dari orang tua dan guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung. Dorongan, kesabaran, dan penguatan positif dapat membantu menjaga motivasi anak dan mengurangi frustrasi selama kegiatan membaca(Pertamawati, 2008)Â (Dupont & Tucker, 1985).
Meskipun strategi ini efektif, penting untuk mengakui tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dengan CP dalam pengaturan pendidikan tradisional. Variabilitas gejala CP berarti bahwa pendekatan satu ukuran yang cocok untuk semua tidak layak. Kebutuhan unik setiap anak harus dipertimbangkan, dan adaptasi metode pengajaran yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pembelajaran yang efektif. Selain itu, aspek emosional dan psikologis pembelajaran tidak boleh diabaikan, karena mereka memainkan peran penting dalam pengalaman pendidikan anak secara keseluruhan.










