Anak-anak dengan cerebral palsy (CP) memang dapat mengejar membaca, meskipun prosesnya mungkin memerlukan intervensi dan strategi yang disesuaikan. Penelitian menunjukkan bahwa dengan instruksi literasi yang tepat, anak-anak dengan CP dapat memperoleh keuntungan yang signifikan dalam keterampilan membaca. Keuntungan ini sering dicapai melalui instruksi literasi berbasis bukti yang dapat diakses dan memungkinkan umpan balik, serta melalui strategi inovatif dan multisensori. Namun, efektivitas intervensi ini dapat bervariasi berdasarkan kebutuhan individu dan adanya tantangan kognitif atau motorik tambahan. Di bawah ini adalah aspek kunci tentang bagaimana anak-anak dengan CP dapat meningkatkan keterampilan membaca mereka.
Metode Instruksi Literasi
- Tinjauan sistematis metode instruksi literasi untuk anak-anak dengan CP menemukan bahwa berbagai pendekatan, termasuk fonik, pengenalan kata penglihatan, dan instruksi multikomponen, dapat mengarah pada peningkatan menengah hingga besar dalam keterampilan membaca dan menulis. Namun, ketelitian metodologis dari studi ini menunjukkan bahwa temuan harus ditafsirkan dengan hati-hati, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini (“Exploring the Effects of Literacy Instru…”, 2023) (Murphy et al., 2022).
- Penggunaan strategi multisensori, teknologi pendidikan yang dapat diakses, dan adaptasi kurikulum telah terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca pada anak-anak dengan CP. Misalnya, studi kasus menunjukkan peningkatan dalam pengenalan huruf, kecepatan membaca, dan produksi tertulis melalui intervensi yang disesuaikan tersebut(Ortega & Rosero, 2025).
Prediktor Pemahaman Membaca
- Penelitian telah mengidentifikasi kesadaran fonemik, kosakata reseptif, dan penalaran umum sebagai prediktor signifikan pemahaman membaca pada anak-anak dengan CP. Anak-anak ini sering mengandalkan pemrosesan fonologis untuk periode yang lebih lama dibandingkan dengan anak-anak yang biasanya berkembang, menunjukkan perlunya intervensi literasi yang berkelanjutan dan terfokus (Asbell et al., 2010).
Media Pembelajaran Inovatif
- Penggunaan media pembelajaran khusus, seperti metode KOFABAR, telah efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca awal pada anak-anak dengan CP. Metode ini menunjukkan peningkatan yang nyata dalam kemampuan membaca selama serangkaian sesi, menyoroti potensi intervensi terstruktur dan konsisten(Nisa et al., 2024).
- Demikian pula, metode suku kata telah efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca awal, menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang ditargetkan dapat mengarah pada peningkatan terukur dalam literasi untuk anak-anak dengan CPÂ (Sandjaja, 2024).
Tantangan dan Pertimbangan
- Anak-anak dengan CP sering menghadapi tantangan tambahan seperti gangguan motorik dan defisit kognitif, yang dapat memengaruhi perkembangan membaca mereka. Terlepas dari tantangan ini, penelitian telah menunjukkan bahwa dengan identifikasi dini dan dukungan yang tepat, anak-anak dengan CP dapat mencapai tingkat membaca yang sesuai dengan usia mental mereka (Rowan & Monaghan, 1989).
- Kompleksitas CP sebagai suatu kondisi berarti bahwa intervensi literasi harus sangat individual, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan unik setiap anak (Betanzos, 2017).
Sementara potensi anak-anak dengan CP untuk mengejar ketinggalan membaca menjanjikan, penting untuk mengenali variabilitas hasil karena sifat CP yang beragam. Faktor-faktor seperti tingkat keparahan gangguan motorik, kemampuan kognitif, dan adanya cacat tambahan dapat mempengaruhi efektivitas intervensi literasi. Oleh karena itu, pendekatan yang dipersonalisasi yang mempertimbangkan faktor-faktor ini sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan membaca pada anak-anak dengan CP.











