Untuk menilai kemajuan dalam berhitung untuk anak dengan cerebral palsy (CP), penting untuk mempertimbangkan kombinasi keterampilan kognitif dan motorik, karena anak-anak ini sering menghadapi tantangan di kedua bidang. Penelitian menunjukkan bahwa memori kerja, keterampilan motorik halus, dan kemampuan menghitung adalah prediktor signifikan kinerja berhitung awal pada anak-anak dengan CP. Faktor-faktor ini, bersama dengan lingkungan pendidikan dan waktu instruksional, memainkan peran penting dalam perkembangan aritmatika mereka. Bagian berikut menguraikan indikator dan metode utama untuk mengevaluasi kemajuan berhitung pada anak-anak dengan CP.
Prediktor Utama Kemajuan Berhitung
Memori Kerja dan Keterampilan Motorik Halus: Penelitian telah menunjukkan bahwa memori kerja dan keterampilan motorik halus sangat terkait dengan kinerja berhitung awal pada anak-anak dengan CP. Memori kerja, khususnya, memiliki dampak yang signifikan, dengan koefisien korelasi β = .79, p <.001, menunjukkan peran kritisnya dalam perkembangan berhitung .
Kemampuan Menghitung: Menghitung berfungsi sebagai variabel mediasi antara memori kerja dan berhitung awal, dengan korelasi β = .57, p <.001. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam menghitung dapat mencerminkan kemajuan dalam keterampilan berhitung .
Subitisasi dan Koordinasi Mata Tangan: Kemampuan untuk dengan cepat dan akurat memahami jumlah kecil (subitisasi) terkait dengan kinerja penghitungan dan koordinasi mata-tangan. Keterampilan ini saling terkait dan dapat berfungsi sebagai indikator kemajuan berhitung .
Lingkungan dan Instruksi Pendidikan
Waktu Instruksi: Jumlah waktu instruksi aritmatika secara positif terkait dengan akurasi aritmatika. Anak-anak dengan CP dalam pendidikan khusus sering menerima lebih sedikit waktu pengajaran, yang dapat memengaruhi perkembangan berhitung mereka.
Program Intervensi: Program intervensi yang disesuaikan yang berfokus pada kekuatan anak, seperti menggunakan alat komputasi, dapat mengarah pada peningkatan keterampilan aritmatika tertentu, meskipun generalisasi ke bidang lain mungkin dibatas.
Penilaian dan Evaluasi
Tes Standar: Memanfaatkan tes standar untuk menilai kinerja berhitung awal, memori kerja, dan keterampilan motorik halus dapat memberikan evaluasi komprehensif tentang kemajuan anak.
Studi Kasus dan Penilaian Individual: Studi kasus terperinci dan penilaian individual sangat penting karena perbedaan individu yang signifikan di antara anak-anak dengan CP. Penilaian ini dapat membantu menyesuaikan strategi pendidikan dengan kebutuhan spesifik anak.
Sementara fokusnya sering pada keterampilan kognitif dan motorik, penting untuk mempertimbangkan konteks pendidikan yang lebih luas dan peran waktu instruksional dalam pengembangan berhitung. Selain itu, kerangka kognisi yang diwujudkan menunjukkan bahwa persepsi dan perilaku tindakan mempengaruhi proses kognitif, yang bisa menjadi area yang menjanjikan untuk penelitian masa depan dalam memahami dan mendukung perkembangan berhitung pada anak-anak dengan CP.












