Bagaimana Cara Membuat Lingkungan Belajar Menulis Yang Nyaman Bagi Anak Hiperaktif?

Menciptakan lingkungan belajar menulis yang nyaman untuk anak-anak hiperaktif melibatkan pemahaman kebutuhan unik mereka dan menerapkan strategi yang memenuhi tantangan perilaku dan kognitif mereka. Anak-anak hiperaktif sering berjuang dengan perhatian, impulsif, dan mempertahankan fokus, yang secara signifikan dapat memengaruhi pengalaman belajar mereka. Oleh karena itu, lingkungan yang mendukung yang mengakomodasi tantangan ini sangat penting untuk keberhasilan akademik mereka dan pengembangan secara keseluruhan. Bagian berikut menguraikan strategi dan pertimbangan utama untuk menciptakan lingkungan seperti itu.

Memahami Hiperaktif pada Anak

  • Hiperaktif sering ditandai dengan gerakan berlebihan, impulsif, dan kesulitan mempertahankan perhatian, yang dapat mengganggu pembelajaran dan dinamika kelas (“Pedagogical conditions of educating hype…”, 2022) (Carbone, 2001).
  • Penting untuk membedakan antara anak-anak yang “hiper aktivitas” dan mereka yang hiperaktif klinis, karena yang pertama mungkin hanya memerlukan kegiatan yang lebih menarik untuk mempertahankan fokus (Eddowes & Aldridge, 1990).

Desain Kelas dan Lingkungan

  • Ruang kelas yang dirancang dengan baik dapat secara signifikan membantu dalam mengelola perilaku hiperaktif. Ini termasuk mengatur ruang kelas untuk meminimalkan gangguan dan menyediakan ruang yang jelas dan terstruktur untuk kegiatan yang berbeda (Kamal et al., 2024).
  • Menggabungkan elemen-elemen seperti alat bantu visual dan pengaturan tempat duduk yang fleksibel dapat membantu menjaga perhatian anak-anak hiperaktif (Carbone, 2001).

Pendekatan Pedagogis

  • Menerapkan strategi pendidikan inklusif dapat mendukung anak-anak yang hiperaktif dengan menumbuhkan rasa memiliki dan mendorong partisipasi dalam kegiatan di kelas (Nurfadhillah et al., 2024).
  • Guru harus menggunakan pedagogi kemitraan, yang melibatkan kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung (“Pedagogical conditions of educating hype…”, 2022).

Strategi Pengajaran

  • Penggunaan pembelajaran berbasis permainan dan kegiatan interaktif dapat melibatkan anak-anak yang hiperaktif dan membantu mereka mengembangkan fokus dan keterampilan pengaturan diri (“Pedagogical conditions of educating hype…”, 2022).
  • Menggabungkan kegiatan literasi yang interaktif dan relevan secara kontekstual dapat membantu dalam pengembangan keterampilan membaca dan menulis untuk anak-anak hiperaktif (Silva et al., 2024).

Intervensi Perilaku

  • Intervensi perilaku seperti membentuk, merangkai, dan mempertahankan perilaku dapat membantu anak-anak hiperaktif meningkatkan fokus dan keterampilan interaksi (Kurniawati, 2018).
  • Rutinitas yang konsisten dan harapan yang jelas dapat memberikan struktur yang dibutuhkan anak-anak hiperaktif untuk berkembang dalam lingkungan belajar (Abidin, 2023).

Kolaborasi Guru dan Orang Tua

  • Komunikasi dan kolaborasi yang efektif antara guru dan orang tua sangat penting dalam memahami dan mengatasi kebutuhan anak-anak hiperaktif (Abidin, 2023).
  • Guru harus sabar dan pengertian, memberikan penguatan positif untuk membangun kepercayaan diri dan harga diri anak (Abidin, 2023).

Meskipun strategi ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman untuk anak-anak hiperaktif, penting untuk menyadari bahwa setiap anak itu unik, dan apa yang berhasil untuk satu mungkin tidak berhasil untuk yang lain. Oleh karena itu, pengamatan berkelanjutan dan adaptasi strategi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan anak hiperaktif yang berkembang. Selain itu, sementara lingkungan yang inklusif dan suportif bermanfaat, mereka harus dilengkapi dengan intervensi profesional bila diperlukan untuk mengatasi kasus hiperaktif yang lebih parah.

Pedagogical conditions of educating hyperactive children in primary school. (2022). Наукові Записки Ніжинського Державного Університету Ім. Миколи Гоголя. https://doi.org/10.31654/2663-4902-2022-pp-1-46-53
Carbone, E. (2001). Arranging the Classroom with an Eye (and Ear) to Students with ADHD. Teaching Exceptional Children. https://doi.org/10.1177/004005990103400211
Eddowes, E. A., & Aldridge, J. (1990). Hyperactive or “activity hyper”: Helping young children attend in appropriate environments. Early Childhood Education Journal. https://doi.org/10.1007/BF01623196
Kamal, M. A., Chomal, N., & Singh, S. (2024). Designing Learning Environment for School Children Having Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder. Architecture Engineering and Science. https://doi.org/10.32629/aes.v5i1.1756
Nurfadhillah, S., Kurniawan, E., Aqmarani, A., Fitriya, D., Ulyah, E. S., Andreani, M. G., Syahra, N. P., Fadhillahwati, N. F., Pujianti, P., Putri, R. A., & Lestari, R. D. (2024). Mengoptimalkan Pembelajaran Bagi Anak Dengan Adhd Melalui Pendekatan Inklusif di Sekolah Dasar. Tarbiatuna. https://doi.org/10.47467/tarbiatuna.v4i2.1701
Kurniawati, W. (2018). Pemerolehan Bahasa pada Anak Hiperaktif yang Sulit Memusatkan Perhatian. https://doi.org/10.26499/METALINGUA.V15I2.161
Abidin, M. (2023). Analysis of hyperactive child behavior and handling efforts in education. Al-Iltizam. https://doi.org/10.33477/alt.v8i1.4489
Scroll to Top