Meningkatkan daya ingat pada anak-anak hiperaktif, terutama saat membaca, melibatkan pendekatan multifaset yang mengatasi tantangan kognitif unik yang dihadapi anak-anak ini. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak hiperaktif, sering didiagnosis dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), berjuang dengan defisit memori kerja, yang secara signifikan dapat mempengaruhi pemahaman membaca dan kemampuan retensi mereka. Berbagai intervensi, termasuk pelatihan ulang kognitif, pelatihan strategi memori, dan augmented reality, telah dieksplorasi untuk meningkatkan memori dan keterampilan membaca pada anak-anak ini. Di bawah ini adalah beberapa strategi dan temuan utama dari penelitian terbaru.
Pelatihan Ulang Kognitif Terkomputerisasi
- Program ReadON.ai telah menunjukkan harapan dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak-anak dengan ADHD. Sebuah studi yang melibatkan pelatihan ulang kognitif terkomputerisasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam memori kerja, perhatian, dan kemampuan belajar setelah intervensi 30 jam selama sepuluh minggu. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan kognitif yang ditargetkan dapat secara efektif meningkatkan daya ingat dan keterampilan membaca pada anak-anak hiperaktif (Grover et al., 2024).
Memori Kerja dan Membaca
- Defisit memori kerja terkait erat dengan masalah membaca pada anak-anak dengan ADHD. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tuntutan memori kerja dapat secara tidak proporsional mempengaruhi pemahaman membaca pada anak-anak ini. Namun, pelatihan memori kerja saja tidak selalu meningkatkan kinerja membaca, menyoroti perlunya intervensi komprehensif yang menangani beberapa domain kognitif (Kofler et al., 2019).
Pelatihan Strategi Memori
- Program Memory Booster, yang melibatkan pelatihan berbasis strategi, telah efektif dalam meningkatkan komponen memori kerja seperti loop fonologis dan sketchpad visuo-spasial. Pelatihan ini, yang dilakukan dua kali seminggu selama 6 hingga 8 minggu, telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam tugas memori dan kinerja kelas, menunjukkan bahwa pelatihan memori strategis dapat meningkatkan fungsi kognitif yang terkait dengan membaca (Street et al., 2013).
Intervensi Augmented Reality
- Proyek AHA menggunakan augmented reality untuk meningkatkan keterampilan membaca dan mengeja pada anak-anak dengan ADHD. Dengan meningkatkan motivasi dan keterlibatan, intervensi AR dapat membantu mempertahankan perhatian terfokus, yang sangat penting untuk pemahaman membaca dan retensi memori (Chiazzese et al., 2018).
Lingkungan Belajar Inklusif dan Interaktif
- Menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dengan peserta didik yang beragam dapat membantu anak-anak hiperaktif menyesuaikan diri dan terlibat lebih efektif. Guru dapat menggunakan berbagai strategi, seperti gamifikasi dan terapi perilaku kognitif, untuk merangsang minat dan perhatian, sehingga mendukung memori dan pembelajaran (Sangeetha, 2024).
Pengobatan dan Intervensi Perilaku
- Methylphenidate, obat umum untuk ADHD, telah terbukti meningkatkan memori jangka pendek dan pembelajaran asosiatif pada anak-anak hiperaktif. Namun, efeknya dapat bervariasi, dan mungkin ada peningkatan hiperaktif dari waktu ke waktu, menunjukkan perlunya pemantauan yang cermat dan kombinasi pendekatan terapeutik (Kupietz et al., 1988).
Sementara intervensi ini menunjukkan harapan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan individu setiap anak. Beberapa anak mungkin merespons strategi tertentu lebih baik daripada yang lain, dan kombinasi pendekatan mungkin diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Selain itu, membina lingkungan yang mendukung yang mencakup orang tua, guru, dan teman sebaya dapat meningkatkan efektivitas intervensi ini.